--> DirBisnis: ekonomi

Tutorial | Bisnis | Finance

Showing posts with label ekonomi. Show all posts
Showing posts with label ekonomi. Show all posts

Tuesday, June 15, 2021

Apa Itu Obligasi? Simak Pengertian, Fungsi dan Kelebihannya Sebagai Berikut

Apa Itu Obligasi? Simak Pengertian, Fungsi dan Kelebihannya Sebagai Berikut

Apa Itu Obligasi? Simak Pengertian, Fungsi dan Kelebihannya Sebagai Berikut

Bagi Anda yang sedang ingin terjun ke dunia investasi jangka panjang, pasti akan menemui istilah obligasi. Apa itu obligasi? Mungkin bagi orang awam Anda tidak mengetahuinya. Namun tidak ada waktu terlambat untuk belajar.

Pada pembahasan kali ini, Anda akan mengetahui tentang pengertian obligasi, fungsi obligasi bagi berbagai pihak, dan juga kelebihannya. Jadi simak sampai akhir ya…

Apa Itu Obligasi?

Apa itu obligasi saham? Ini merupakan salah satu saham yang dalam psar modal penyebutannya untuk surat pernyataan utang dari penerbit obligasi. Jadi pihak pemegang obligasi adalah pihak berpiutan sedangkan penerbitnya adalah yang berhutang.

Pada oblogasi, terdapat jatuh tempo pembayaran hutang beserta kupon bunganya dari penerbit ke pemegang obligasi. Biasanya waktu dari jatuh tempo ini sekitar 1-10 tahun tergantung kesepakatan dan ketentuan awal.

Seperti investasi lainnya, Anda bisa membeli dan riset terkait obligasi apa saja yang sedang diperjualkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun ada jug obligasi yang tidak diperjualkan di BEI, melainkan hanya kesepakatan dari pihak penerbit dan penerima.

Fungsi Obligasi

Fungsi obligasi secara umum adalah untuk menghimpun dana masyarakat yang akan dipergunakan untuk kepentingan pendanaan. Jika dalam dunia bisnis, fungsi dari obligasi adalah untuk memperoleh dana bagi usaha tersebut.

Sedangkan fungsi oblogasi pemerintah adalah sebagai salah satu sumber pendanaan untuk membiayai APBN negara tersebut.

Kelebihan Memilih Obligasi

Agar Anda lebih tertarik lagi berkecimpung di dalamnya, tentu harus mengetahui beberapa keuntungan obligasi. Di antaranya yaitu sebagai berikut:

·         Memperoleh keuntungan melalui kupon atau bunga

·         Bisa dijamin sebagai agunan

·         Aman karena diatur pada UU. No. 24 Tahun 2002 serta UU. No. 19 Tahun 2008

·         Bunga obligasi lebih besar daripada bunga deposito

·         Bisa memperoleh keuntungan dari selisih harga oblogasi setelah dipedagangkan

·         Mudah diperjualbelikan pada pasar sekunder

Penutup

Jadi itu adalah beberapa penjelasan mengenai apa itu obligasi. Meliputi pengertian, fungsi, dan juga kelebihan yang Ia miliki. Bagaimana, Apakah Anda tertarik untuk memiliki obligasi? Semoga informasi ini bermanfaat!

Monday, March 30, 2020

4 Ramalan Ekonomi Dunia Akibat Virus Corona

4 Ramalan Ekonomi Dunia Akibat Virus Corona

4 Ramalan Ekonomi Dunia Akibat Virus Corona
Penyebaran virus corona yang semakin hari semakin luas, tak terbantahkan memiliki dampak negatif pada ekonomi global. Tak hanya negara berkembang seperti Indonesia yang terpengaruh, Tetapi negara yang memiliki ekonomi yang lebih besar seperti Amerika Serikat (AS) dan China, juga terkena dampak dari corona virus tersebut.

lembaga ekonomi global, termasuk bank, menerbitkan ramalan yang buruk untuk perekonomian dunia. Bahkan bank-bank Jerman, Deutsche Bank, menyebut masa ini adalah masa terjadi resesi terburuk sejak Perang Dunia II.

Tapi tidak semua prediksi memberikan citra buruk. Di sisi positif, global pemulihan ekonomi corona virus pascaserangan diharapkan akan berangsur pulih secara cepat. Jika penyebaran corona virus berakhir pada Juni 2020, perekonomian bisa meningkat pada semester kedua tahun ini.

Berikut perkiraan kondisi ekonomi global akibat virus corona, empat lembaga internasional:

Moody

4 Ramalan Ekonomi Dunia Akibat Virus Corona
Lembaga keuangan AS ini memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2020 akan berkontraksi dengan minus 0,5 persen. Jumlah ini baik-baik saja pada awal proyeksi sampai akhir 2019, yang menyerukan untuk pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2020 dari 2,6 persen.

Perubahan drastis yang proyeksi ekonomi, yang tak terbayangkan sebelumnya, karena adanya serangan virus corona, yang telah meluas dan berdampak pada setidaknya 175 negara di seluruh dunia. Salah satu hal buruk yang Moody prediksi akan munculnya PHK massal.

Moody mengkalkulasi, negara-negara maju akan mengalami kontraksi ekonomi sebanyak 2 persen. Sementara di negara-negara berkembang atau emerging market, pertumbuhan tetap positif 1,9 persen. Sementara zona euro turun 2,2 persen.

JPMorgan

4 Ramalan Ekonomi Dunia Akibat Virus Corona
Investasi perbankan terbesar di Amerika Serikat menyatakan bahwa resesi ekonomi akibat corona virus melanda AS dan Eropa pada bulan Juli. Resesi adalah pertumbuhan negatif dalam ekonomi selam dua kuartal berturut-turut.

Menurut JPMorgan, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dalam dua kuartal pertama tahun ini, masing-masing akan mencapai kurang dari 2 persen dan kurang dari 3 persen. Sementara Eropa masing-masing setidaknya 1,3 persen dan 3,3 persen.

JPMorgan menambahkan, pemulihan sangat ditentukan oleh respon dari masing-masing negara, untuk menghindari perlambatan dalam ekonomi.

IMF

4 Ramalan Ekonomi Dunia Akibat Virus Corona
Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menyebutkan virus corona telah berubah menjadi krisis keuangan dan ekonomi. Managing Director IMF Kristalina Georgieva, menilai situasi lebih buruk dari krisis yang terjadi pada tahun 2008.

Ada sejumlah indikator yang digunakan oleh IMF menyebut krisis ekonomi dan keuangan ini. sinyal umumnya digunakan dari awal resesi ekonomi, pasar saham jatuh, melemahnya nilai tukar, output dari modal asing terus meningkat, sampai harga minyak menurun dan komoditas global.

Untuk pertumbuhan ekonomi global IMF juga memprediksi pada 2020 akan negatif. Sementara salah satu rekomendasi utama IMF, adalah menopang konsumsi dalam negeri, terutama di negara-negara berkembang dan miskin di dunia.

Deutsche Bank

4 Ramalan Ekonomi Dunia Akibat Virus Corona
Salah satu bank utama dunia yang disebut Jerman, resesi ekonomi yang disebabkan oleh virus corona adalah yang terburuk dalam 80 tahun terakhir atau sejak Perang Dunia II. Dalam perkiraan, Deutsche Bank disebut resesi akan berlangsung pada semester pertama 2020. Tetapi kabar baiknya adalah, ekonomi akan segera pulih sepanjang sisa 2020.

Tim Deutsche Bank Peter Hooper, memperkirakan ekonomi China adalah yang merupakan  kedua kekuatan ekonomi dunia terbesar akan menurun 31,7 persen pada kuartal pertama. Tapi akan pulih kuat pada tiga bulan ke depan. Sementara pertumbuhan ekonomi di AS akan turun 12,9 persen pada kuartal kedua tahun ini.

Thursday, November 7, 2019

Prospek Ekonomi India Turun Jadi Negatif

Prospek Ekonomi India Turun Jadi Negatif


Prospek Ekonomi India Turun Jadi Negatif

Moody's menurunkan peringkat Sovereign Credit Rating (SCR) India menjadi negatif. Sebelumnya peringkat India berada di tingkatan stabil. Artinya saat ini prospek pertumbuhan ekonomi India sedang mengalami penurunan.

Melansir dari CNBC, Moody's mengatakan kalau perubahan tersebut mencerminkan kurangnya efektivitas pemerintahan India beserta kebijakan-kebijakannya dalam mengatasi pelemahan ekonomi dan kelembagaan. Pelemahan tersebut mengarah pada peningkatan beban utang India yang semakin tinggi.

Saat ini India sedang mengalami perlambatan ekonomi yang signifikan. Pertumbuhan ekonominya mencapai level terendah dalam enam tahun terakhir, pada kuartal 2 tahun ini.
Krisis yang sedang berlangsung di sektor keuangan telah melumpuhkan sektor kredit berdampak pada investasi. Sementara itu, kebijakan pemerintah India baru-baru ini malah membuat bisnis kecil dan menengah terguncang.

"Sementara langkah pemerintah untuk mendukung ekonomi harus membantu mengurangi kedalaman dan durasi perlambatan pertumbuhan India, tekanan keuangan yang berkepanjangan di daerah pedesaan, penciptaan lapangan kerja yang lemah, dan, baru-baru ini, krisis kredit di antara lembaga keuangan non-bank (LKNB), telah meningkatkan kemungkinan perlambatan," kata analis Moody's dalam sebuah laporan, dikutip dari CNBC.

Menurut laporan dari Business Today, data pemerintah menunjukkan kalau pengumpulan pajak bersih India dalam kuartal 2 dan 3 tahun ini adalah yang terendah dalam lima tahun terakhir. Pengumpulan pajak bersih ini jauh di bawah target anggaran pemerintah India.

Pendapatan pajak yang lebih rendah dapat menekan target defisit fiskal pemerintah India sebesar 3,3% dari PDB, karena dana ini ditujukan untuk membelanjakan beberapa langkah fiskal guna merangsang ekonomi.

Menurutnya, bila pemerintah India tidak mengubah kebijakan ekonominya, kendala yang mereka hadapi saat ini akan menjadi semakin berat.

"Bila tidak adanya perubahan, kendala struktural pada produktivitas dan penciptaan lapangan kerja, akan semakin membebani profil kredit SCR (Sovereign Credit Rating) India," tulis Moody's.

Pada 2017 kemarin, lembaga pemeringkat Moody's ini sempat meningkatkan peringkat pemerintah India dari Baa3 (prospek positif) menjadi Baa2 (prospek stabil). Tetapi dalam laporannya Kamis ini, Moody mengatakan kalau prospek India telah mengalami penurunan sejak peningkatan peringkat pemerintah India pada 2017.

Tuesday, September 3, 2019

Saat Sekarang ini Ekonomi Dunia Dibayangi Resesi

Saat Sekarang ini Ekonomi Dunia Dibayangi Resesi


Saat Sekarang ini Ekonomi Dunia Dibayangi Resesi

Ancaman resesi ekonomi global saat ini menghantui seluruh dunia. Sejumlah ahli ekonomi dan investasi ada yang menganggap resesi akan benar-benar terjadi, walaupun ada yang tak sependapat dengan itu.

Ekonom Raden Pardede pun menyoroti perdebatan yang terjadi menyoal bayang-bayang resesi. Menurutnya ada beberapa faktor yang menimbulkan kekhawatiran bahwa resesi akan terjadi.
"Satu, siklus ekspansi ekonomi Amerika sekarang ini sudah lebih dari 10 tahun, yaitu ekonomi Amerika mengalami pertumbuhan secara terus menerus sejak Juli tahun 2009," kata dia dalam catatannya yang diterima.

Itu menurutnya siklus bisnis terpanjang dalam sejarah perekonomian AS, di mana biasanya sesudah ekspansi akan ada kontraksi. Siklus ini masuk dalam persepsi dan pertimbangan para ahli dan investor.

"Kedua, yield curve, slope imbal balik investasi menjadi negatif, yaitu bunga investasi jangka panjang di bond pemerintah lebih rendah dari jangka pendek. Mengindikasikan pesimisme terhadap ekonomi jangka menengah panjang, juga pertanda resesi kedepan," jelasnya.
Sebanyak dua faktor itu yang menjadi landasan para ahli dan investor untuk mengindikasikan resesi akan terjadi.

"Sementara data-data ekonomi di Amerika secara umum masih cukup solid, tingkat pengangguran masih rendah, harga rumah naik. Data ini tidak mendukung adanya resesi. Namun tingkat kecemasan dan ketidakpastian naik," jelasnya.

Investor global, lanjut dia, tentunya tidak hanya mengamati ekonomi AS, meskipun ekonomi Amerika paling besar yang mungkin membawa ekonomi dunia ke resesi, keadaan ekonominya masih cukup baik.

Ekonomi di luar AS yang sekarang sedang mengalami slow down, termasuk Uni Eropa, China, Jepang/Korea, dan sebagainya pun menjadi perhatian, karena negara-negara tersebut mengalami beberapa hal.

"Profit menurun, volume perdagangan menurun, index pengangkutan kapal turun, harga tembaga turun, semua menggambarkan slow down. Kecemasan karena trade war dan currency war, di tengah geopolitik yang tidak kondusif yang di-trigger oleh (Presiden AS) Trump" ujarnya.
Dia juga menilai, harga emas yang mengalami kenaikan merupakan tanda-tanda orang mencari tempat perlindungan.

"Hal ini membuat economic policy uncertainty index (EPU index) mencapai level tertinggi," sebutnya.

Terlepas dari perdebatan yang ada, dia melihat resesi global belum, namun kecemasan naik.

"Apakah akan terjadi resesi benaran. Belum pasti, namun keadaan ekonomi Amerika akan jadi kunci. Sangat tergantung juga pada kebijakan pemerintah Trump tentang trade dan currency war serta kebijakan the Fed," jelasnya.

Para investor menurut dia akan terus punya skenario pikiran dan memcoba menebak sendiri-sendiri. Hal ini membuat naik turunnya pasar modal.

"Apapun itu, buat kita paling penting selalu waspada, siapkan payung sebelum hujan. Hujan akan datang, apakah hanya gerimis atau badai kita belum tahu kapan. Tapi bersiap selalu lebih baik," tambahnya.