--> DirBisnis: indonesia

Tutorial | Bisnis | Finance

Showing posts with label indonesia. Show all posts
Showing posts with label indonesia. Show all posts

Friday, November 15, 2019

 Indonesia Online Shopping Menjadi Tren Masa Kini

Indonesia Online Shopping Menjadi Tren Masa Kini


 Indonesia Online Shopping Menjadi Tren Masa Kini

Perkembangan teknologi pada zaman sekarang ini indonesia banyak sekali bermunculan situs belanja online atau e-Commerce atau biasa disesebut dengan indonesia online shopping. Mereka semua membangun sebuah toko online yang menjual beraneka macam barang dan jasa layaknya sebuah mal pada umumnya, dengan kelebihan dan kekurangan pada masing-masing toko.

Pada zaman ini para konsumen juga semakin terdorong untuk berbelanja secara online karena situs belanja online tersebut yang gencar menawarkan berbagai macam promosi. Dengan harga yang miring, cashback, hingga promo gratis ongkos kirim ke seluruh indonesia, belanja di situs belanja online menjadi salah satu gaya hidup baru sekarang ini, mengubah kebiasaan sebelumnya. Tren seperti ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga beberapa tahun ke depan.

Nah, agar kalian semakin nyaman dalam berbelanja di situs belanja online, sebaiknya memastikan terlebih dahulu untuk mengetahui cara berbelanja dan bertransaksi dengan aman dan nyaman di situs belanja online Indonesia, seperti disarankan yang oleh situs perbandingan dan pengajuan kartu kredit dan pinjaman.

Baca Juga : Ide Bisnis Online Praktis Minim Biaya

1.     Lakukan riset
Tips yang pertama ini kalian harus lakukan jika ingin berbelanja seperti pakaian online di situs web yang jarang digunakan. Periksa terlebih dahulu nomor telepon si penjual dan hubungi. Jika toko tersebut tidak meyakinkan, kalian wajib kunjungi mesin pencari Google kemudian masukkan nama situs website tersebut. Carilah ulasan dari konsumen yang pernah berbelanja di toko tersebut.

2.     Lihat kebijakan
Selanjutnya Jangan sampai ada poin yang menyebutkan bahwa pengelola situs web tersebut boleh memberikan data pribadi para konsumen ke pihak lain. Karena barang yang dibeli tidak bisa dilihat secara fisik, harus ada garansi jika barang yang di terima ternyata cacat. Pastikan di toko tersebut boleh mengembalikan barang yang cacat itu dan tentu saja diganti dengan barang baru atau uangmu akan dikembalikan.

3.     Periksa paket barang
Tips aman ketiga adalah dengan periksa terlebih dahulu paket barang dan bacalah deskripsi produk dengan cermat. Waspadalah pada barang bermerek yang dijual dengan potongan harga yang sangat besar. Bisa jadi barang tersebut palsu, atau penjualnya sekadar hanya ingin mendapatkan uangmu saja.

4.     Jangan mudah tergoda barang murah
Kalian jangan buru-buru untuk jatuh cinta pada tawaran barang dengan harga murah yang datang dari e-mail, apalagi meminta ID dan password tanpa izin dari pemilik e-mail. Itu biasanya kerjaan para spammer. Tapi hati-hati, spammer bisa juga merayu loh. Ia mengirim e-mail yang seolah-olah datang dari perusahaan baik-baik. Sebaiknya kalian kunjungi terlebih dahulu situs belanja online yang resmi dari perusahaan tersebut dan langsung belanja dari situs tersebut. Jangan masuk ke situs tersebut via e-mail atau jendela pop-up yaa.

5.     Cari tanda kalau situs web itu aman
Tanda bahwa itu biasanya berupa gambar atau pun gembok di baris browser. Sebelum kalian memasukkan informasi pribadi, periksa terlebih dahulu tanda keamanan itu yang ada di situs web terebut. Ketika diminta untuk memasukkan informasi pendaftaran nomor kartu kredit, lihat terlebih dahulu alamat situs web tersebut. Harusnya bahwa alamat situs web tersebut berubah dari http ke ‘https’. Yang artinya bahwa informasi pembayaran itu telah dilindungi.

6.     Amankan PC
Minimal PC  harus punya perangkat anti virus. Lebih baik lagi jika memasang anti spyware dan firewall di PC. Ingat, peranti lunak keamanan itu harus di-update secara teratur agar PC dapat terlindung dari ancaman terbaru. Baiknya, atur saja proses update secara otomatis.

7.     Pertimbangkanlah cara pembayaran
Pembayaran biasanya dilakukan dengan kartu kredit, melalui ATM, atau pun melalui gerai retail modern. Dengan kartu kredit, kalian punya bukti yang kuat bahwa sudah melakukan transaksi jika barang tidak diantar atau tidak sesuai dengan pesanan. Tapi, karena banyaknya para pencurian nomor kartu kredit, pembayaran dengan menggunakan sistem seperti PayPal, Transfer Kirim, atau Cash On Delivery (COD) boleh dipertimbangkan lagi.
8.     Periksa harga total
Harga barang, ongkos bungkus, plus ongkos kirim, mudah-mudahan ada diskonnya. Bandingkan terlebih dahulu harga total dari suatu situs web dengan situs web lainnya.

9.     Simpan bukti transaksi
Termasuk deskripsi produk dan harga, kuitansi digital, dan juga salinan e-mail yang telah dikirim antara dengan penjual.

10.  Matikan PC setelah transaksi
Kalau PC kalian dinyalakan terus menerus, bisa saja ada para pembobol yang sudah menanamkan malware dan  mengambil alih kendali PC kalian dan melakukan transaksi yang tidak diinginkan. Sebaiknya matikan PC setelah bertransaksi di  indonesia online shopping.

Tuesday, September 3, 2019

Fintech Menjamur Tapi Keuangan Masyarakat RI Masih Rendah

Fintech Menjamur Tapi Keuangan Masyarakat RI Masih Rendah


Fintech Menjamur Tapi Keuangan Masyarakat RI Masih Rendah

Hadirnya financial technology (fintech) menjadi terobosan terbaru bagi masyarakat dalam bertransaksi menggunakan jasa keuangan. Di satu sisi, kehadiran fintech ini juga akan menjadi ancaman karena melihat masih rendahnya literasi keuangan maupun digital orang Indonesia secara umum.

Salah satu ancaman yang terasa saat ini lewat maraknya fintech pinjaman online atau peer to peer lending yang tak teregistrasi alias ilegal. Pinjaman online ilegal menjadi ancaman bagi masyarakat yang minim literasi keuangan dan digital karena bisa terjebak dalam pusaran utang.

"Memang tantangan yang kita hadapi masih rendahnya literasi keuangan masyarakat kita. Baik literasi digital, literasi umum pun masih jauh dari angka indeks inklusi kita. Baru 35% orang dewasa yang melek jasa keuangan," katanya dalam Indonesia Fintech Forum 2019 di Auditorium Dhanapala, Kementerian Keuangan.

Edukasi secara terus menerus memang dilakukan. Namun penetrasi edukasi baik dari pelaku fintech dan juga regulator perlu lebih ditingkatkan.

"Intensitasnya memang perlu lebih ditingkatkan," katanya.

Di lain hal, fintech juga telah membantu banyak masyarakat Indonesia saat ini yang belum tersentuh oleh perbankan. Dari data OJK, 127 fintech P2P lending yang teregistrasi di OJK saat ini, tercatat jumlah kredit yang sudah disalurkan mencapai Rp 49 triliun. Jumlah borrower saat ini juga mencapai 5 juta orang dan 500 ribu investor atau lender.